Mengapa Menggunakan QGIS, bukan ArcGIS?
ArcGIS sangat keren! Tapi…
Kita perlu merogoh kantong yang dalam untuk fitur-fitur yang sebenarnya bisa dilakukan menggunakan QGIS. Untuk keperluan yang lebih advance tentu program ArcGIS desktop sangat direkomendasikan.
Selain untuk destop, ArcGIS juga dibuat agar dapat berjalan melalui internet (cloud service).
Meskipun begitu, kali ini pokoknya kita tetap akan membahas QGIS dulu! Karena penulis juga belum punya ArcGIS-nya. Mudah-mudahan nanti kita bisa bahas software yahuud ini.
Sekilas tentang QGIS
Sedang dalam tahap persiapan, seperti yang telah disampaikan di pembukaan.
Instalasi QGIS
Seperti yang sudah kamu duga, kita perlu mengunduh installer-nya terlebih dulu. Pergi ke laman official QGIS, kemudian pilih sesuai selera. Jika kamu kebingungan, maka ikuti saran berikut:
- Unduh versi QGIS yang LTR. Sementara gunakan dulu yang bukan keluaran OSGEO.
- Setelah terunduh, klik ganda pada installer QGIS, lalu next beberapa kali. Biarkan tetap dalam mode pilihan default.
Instalasi QGIS pada sistem Linux Ubuntu, Mint, dan keluarga Debian
Untuk pengguna sistem GNU/Linux sebenarnya tidak perlu mengunjungi situs QGIS untuk mengunduh installer. Cukup dengan membuka terminal/konsol, kemudian jalankan perintah:
sudo apt update
sudo apt install qgis qgis-python qgis-plugin-grass
Tetapi jika ingin mendapatkan versi QGIS paling mutakhir, kamu bisa menggunakan repositori ubuntugis
. Cara menambahkannya sementara bisa ikuti langkah yang dijelaskan pada laman resminya. Nanti akan kita masukkan ke web ini di waktu mendatang.
Instalasi QGIS pada sistem MacOS
Menyusul, yaaa…